Terdampar dan Belajar di Pulau Lemukutan

Pulau Lemukutan

Pulau lemukutan adalah pulau yang berada di Kalimantan Barat yang pada saat ini menjadi fenomenal bagi warga setempat, sekitarnya, maupun diluar provinsi Kalbar. Selain karena sejarahnya, pulau lemukutan juga banyak sekali menawarkan panorama alam yang menarik. Disini kisahku bermula, berawal dari travelling hingga belajar tentang sejarah pulau yang fenomenal ini. Untuk sejarah Pulau Lemukutan, sebelumnya sudah saya posting pada artikel yang berjudul:

Sejarah Asal Usul Pulau Lemukutan.

Pada artikel tersebut saya bercerita panjang lebar tentang sejarah/ asal-usul Pulau Lemukutan Kalbar dari dua pendapat yang beredar di masyarakat, tentunya dari sumber yang jelas.

Bersama Blogger Singkawang di Pulau Lemukutan

Blogger Singkawang atau yang biasa disingkat BS yaitu sebuah komunitas yang sejatinya saya ikuti karena merasa sesuai dengan minat yang sedang saya tekuni. Perjalanan ke Pulau Lemukutan bermula dari agenda kami setelah mengikuti kompetisi video 60 Detik dalam rangka Hari Nelayan, agenda ini awalnya hanyalah untuk observasi alam dan budaya Pulau Lemukutan Kalbar selama 3 hari 2 malam. Dimana segala sesuatunya sudah dipersiapkan sangat matang, dan kamipun berangkat melakukan perjalanan tersebut pada hari Sabtu, 22 April 2017. Hari itu merupakan hari yang cocok untuk melakukan travelling karena pada hari senin nya terdapat tanggal merah (Hari Libur Nasional) Isra' Mi'raj 24 April 2017. Sudah pasti pengunjung yang ingin melakukan perjalanan wisata/tour ke pulau lemukutan tidak sedikit.

cara pergi ke pulau lemukutan

Cara ke Pulau Lemukutan

Pada pagi itu, subuh tepatnya. Jam 06.00 kami sudah bergegas untuk melakukan perjalanan, karena berdasarkan informasi dari teman saya (Nama: Maulana, Nama Panjang: Maulanaaaaaaaaaaaaaaa) yang kebetulan sekarang menjadi salah satu orang yang memiliki angkutan laut untuk transportasi penumpang menuju Pulau Lemukutan bahwa sebelum jam 08.00 harus sudah ada di tempat karena kemungkinan perjalanan ke pulau akan dimulai pukul 08.00 keatas.

Perjalanan ke Pulau Lemukutan menggunakan perahu motor (kapal klotok), seperti yang kamu bisa lihat di dalam photo diatas. Dan perahu motor/dermaga tersebut terletak di Desa Teluk Suak


Jl. Teluk Suak, Karimunting, Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat 79271.


Ternyata perjalanan baru dimulai pada sekitar pukul 11.00 wib, karena pada saat itu air kering dan perahu motor harus bisa ditarik dari tembatannya di dermaga Teluk Suak. Selain itu perahu motor harus memenuhi target jumlah penumpang, karena pada hari itu ramai sekali pengunjung/wisatawan yang akan ikut berlayar bersama kami.

Perjalanan menggunakan perahu motor kurang lebih 1,5jam. Dan destinasi pertama biasanya transit ke Pulau Penatah, baru setelahnya ke Pulau Lemukutan. Dalam perjalanan tersebut kamu bisa menyaksikan pemandangan berupa gugusan pulau-pulau besar dan kecil yang perahu motor lewati, atau jika musimnya tiba kamu akan melihat belasan bagan (tempat khusus untuk mencari ikan/mahluk hidup lainnya). Berikut sekilas video dokumentasi perjalanan menuju Pulau Lemukutan:



Hari ke hari di Pulau Lemukutan

Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Lemukutan, saya di jemput oleh seorang teman lama penduduk lokal disana menggunakan sepeda motor, matahari yang sangat terik dan panas pada saat ini bikin saya pengen cepat-cepat "ngadem" di rumah teman saya tersebut namanya Ono nama panjangnya Onooooooooooooooooooooooooo. Pada hari pertama kita hanya melakukan foto-foto di halaman rumahnya yang kebetulan adalah pantai. Lalu duduk di teras keramik yang dingin dengan segelas es sirup marjan menyaksikan para wisatawan berlalu lalang di jalan umum depan kami. Sungguh ini seperti sebuah desa wisata layaknya di Bali. Lalu setelah kami beristirahat sejenak menghilangkan penat, sorenya sekitar pukul 16.00 wib kami pun siap-siap untuk melakukan snorkeling.

Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel. Wikipedia Indonesia

Dengan menggunakan alat bantu snorkeling, kami mulai eksplorasi biota bawah laut. Di sini kami benar-benar merasakan kekayaan alam dan nikmatnya wisata bahari di Pulau Lemukutan. Untuk yang satu ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, nonton videonya aja ya:



Pada hari kedua Tgl 23/04/2017 kami berencana untuk melakukan observasi di sekitar desa yang kami tempati. Segala perlengkapan mulai dari pulpen, kertas, kamera action cam, 2 perangkat kamera DSLR, air minum, hingga tongsis selfie pun ikut serta dalam perjalanan kami. Perjalanan pun dimulai, menyusuri desa-desa ke arah timur lalu putar balik ke arah selatan. Menyaksikan penginapan-penginapan yang ada di sana, sambil ngobrol-ngobrol ringan dengan teman penduduk lokal bertanya apapun yang kami tidak mengetahuinya. Melihat juga kehidupan penduduk lokal, hasil alam, instansi-instansi desa, sampai akhirnya melakukan kearifan lokal dengan teman saya yang dulunya pernah sekelas waktu SMA namanya: Adolf, nama panjangnya: Adolffffffffffffffff. Karena doi juga membuka tempat peristirahatan yang menurut kami layak untuk bersantai disaat matahari berada di atas kepala.



Setelah beberapa jam tanya jawab dan bersantai di tempat teman saya, kami melanjutkan observasi ke arah barat pulau lemukutan. Karena hari sudah sore, kami tidak sempat menelusuri semua desa disebelah barat, namun hanya sedikit desa yang bisa kami lewati. Dan berakhir di sebuah pantai berbatu khas Pulau Lemukutan bagian barat, di sana kami dapat mengabadikan pemandangan matahari terbenam (sunset) di Pulau Lemukutan sebelah barat tersebut.

pulau lemukutan melanau barat

pulau lemukutan desa melanau

Pada malam harinya setelah makan malam, kami mencari udang dan kepiting laut yang terdapat di pantai dangkal, binatang ini lebih senang keluar pada malam hari di balik bebatuan dan pasir pantai. Ini adalah dua kuliner (seafood) Pulau Lemukutan yang tidak boleh dilupakan. Walaupun bentuknya kecil-kecil namun tujuan utama kami adalah merasakan pengalaman yang tidak kami dapatkan di Kota Singkawang.

makanan khas pulau lemukutan kalbar

Terdampar dan Belajar Tentang Pulau Lemukutan

Sebenarnya pada hari ketiga (24/04/2017) agenda kami adalah pulang ke Kota Singkawang, namun karena merasa masih ada sesuatu yang belum dieksplore maka kami urungkan niat untuk pulang dan menambah untuk satu hari lagi :D. Pada hari ini planning untuk eksplore underwater (bawah laut) untuk mendapatkan dokumentasi biota laut lebih dalam lagi. Untuk hal yang satu ini, kami mengajukan permohonan bantuan kepada teman saya si tuan rumah yang mampu menyelam hingga kedalaman 5 meter di bawah laut, dan alhamdulillah banyak sekali yang telah kami dapatkan dihari itu.

Malam harinya hanya istirahat karena sudah lelah dan cuaca juga kurang memungkinkan. Saya berangkat ke Desa Teluk Cina untuk mencari lauk pauk favorit pilihan penduduk lokal sebagai hidangan malam (ikan geronggong & ikan gembung). Di sana juga saya sempatkan untuk bersilaturahmi sejenak dengan teman lama penduduk lokal, alhamdulillah hampir semua teman lama yang sudah sekitar 10 tahun tidak berjumpa akhirnya bisa ditemui satu persatu.

Hari selanjutnya (25/04/2017) sebenarnya hari kami untuk pulang ke singkawang, namun sepertinya Pulau Lemukutan belum mengizinkan kami untuk pulang ke Singkawang. Kapal motor yang berangkat lebih awal (06.00 wib) membuat kami tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang, akhirnya petualangan ini berlanjut ke tahap terdampar di Pulau Lemukutan, hikmah dari terdampar ini kami banyak sekali belajar tentang seluk beluk Pulau Lemukutan. Rencana diubah, dan observasi berlanjut lebih dalam lagi dari perencanaan awal.

Tanjung Meruhum dan Aura Mistis di dalamnya

Pada hari itu adalah agenda ke suatu tempat yang menurut penduduk lokal adalah lokasi yang cukup mistis, Terletak di sebelah barat Pulau Lemukutan, yaitu kawasan Tanjung Meruhum penduduk lokal menyebutnya Merohom. Kawasan tersebut merupakan sebuah tanjung yang landasannya berupa batu-batu besar. Untuk mencapainya, kami menggunakan sepeda motor dan melewati beberapa perkampungan. Namun ketika memasuki lokasi Tanjung Meruhum kamu akan disambut dengan hutan yang masih alami dan teduh seolah pintu gerbang selamat datang.

Di Tanjung Meruhum kamu dapat menyaksikan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun dengan struktur akar kayu menjulang keatas dan banyak tumbuhan menggelantung di dahan-dahannya. Sebelum sampai ke lokasi yang dituju, tepat disebelah kiri sisi jalan terdapat makam yang dicat berwarna kuning. Informasi tentang makam ini belum kami dapatkan, namun beberapa teman penduduk lokal mengetahui makam ini. Mungkin makam ini berhubungan dengan batu di Tanjung Meruhum yang unik tersebut. Keunikan batu di tanjung meruhum yaitu terdapat seperti 2 buah jalur seperti red carpet yang saling sambung-menyambung dari batu ke batu.

Menurut penduduk setempat (belum di teliti kebenarannya) jalur itu seperti bekas kereta kencana karena pada ujung batu yang menjorok ke laut terdapat bentuk batu yang miring langsung masuk kelaut. Lalu disana terdapat sebuah goa. Keanehan yang lain yaitu terdapat bentuk seperti jejak kaki yang menuju ke dalam laut. Entah seperti apa bentuk batu-batu tersebut di dalam laut, penduduk lokal juga belum mengetahuinya. Kondisi ombak disekitarnya sangatlah tenang, dari tanjung tersebut kamu bisa melihat desa-desa sekitar pinggiran garis pantai Pulau Lemukutan bagian barat.



Rencana Pulang dari Pulau Lemukutan

Pulang dari kawasan Tanjung Meruhum, kami singgah ke ruko-ruko yang dijadikan warga sebagai warung dan tempat beristirahat. Agak lama di sana karena teman-teman masih penasaran dengan cerita Tanjung Meruhum. Saya pun iseng mengambil kamera lalu mengambil gambar peta Pulau Lemukutan dan informasinya di Pos Keamanan dan Ketertiban Desa dekat warung kopi yang ada di sana. Biasa, untuk kebutuhan konten web hehe. informasi di foto tersebut yang saya dapatkan adalah Nama-nama Desa/dusun di Pulau Lemukutan

Desa/dusun di Pulau Lemukutan


Di dalam plang informasi tersebut terdapat foto-foto beberapa tempat di Pulau Lemukutan, empat peta kecil dan informasi yang ada di dalamnya. 4 jenis peta informasi Pulau Lemukutan tersebut yaitu:
  1. Peta Penggunaan Lahan Pulau Lemukutan
  2. Peta Lereng Pulau Lemukutan
  3. Peta Elevasi 3D Pulau Lemukutan
  4. Peta Elevasi 2D Pulau Lemukutan

Pada bagian bawah sebelah kiri plang terdapat logo bertuliskan
"Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan" Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.
Mungkin itu adalah sumber utama dari pembuat plang informasi yang berharga ini.

Di urut dari atas, nama 9 desa tersebut adalah:
  1. Teluk Besar
  2. Teluk Besar (kok Teluk Besar ada 2 ya?)
  3. Teluk Cina
  4. Tanjung Maro
  5. Melanau Barat
  6. Melanau Timur
  7. Tanjung Panjang
  8. Teluk Palembang
  9. Tanjung Surau
Itu Teluk Besar kok ada dua ya? Karena kami belum mendapatkan informasi secara langsung dari pemerintah terkait jadi informasi nama desa di Pulau Lemukutan ini untuk sementara dari plang dulu.

informasi pulau lemukutan

Kembali ke Laptop. Ada info yang kami dengar bahwa akan ada perahu motor air yang akan berangkat ke teluk suak pada siang itu, akhirnya kami bergegas dengan segala perlengkapan bawaan kami jika benar perahu motor air tersebut memang ada. Namun info tersebut hanyalah HOAX belaka dan kamipun kembali terdampar di suatu tempat beristirahat yang ternyata disitu terdapat banyak pohon kelapa. Akhirnya teman saya penduduk lokal ber-inisiatif untuk kita semua menikmati es kelapa muda olahan sendiri. This is amazing. Drink Coconut when you stay at the beach !!

paket wisata pulau lemukutan tour

Belasan kelapa muda di halaman rumahnya diturunkan dengan tenaga bantuan anak remaja lokal yang ada disana untuk memanjat pohon kelapa yang cukup tinggi. Batu es dan wadah disiapkan. Hammock dan alas/tikar direntang, posisi kursi dihadapkan mengarah ke pantai. Acara terdampar berubah menjadi surga seketika. Thanks God, this is a real heaven that you've given !!

gambar pulau lemukutan

Sore harinya adalah kegiatan mendokumentasikan biota laut yaitu Ikan Badut atau orang bilang itu Ikan Nemo. Wilayah yang ditelusuri sudah lebih jauh lagi yaitu di sekitar Desa Tanjung Jati.

Malam harinya agenda berburu kuliner yang ada di pulau lemukutan dan meet-up dengan blogger lokal untuk saling bertukar pikiran, namanya Ari, nama Panjangnya: Ariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Tidak banyak yang bisa kami dokumentasikan di sini, namun begitu banyak yang kami dapat pada hari ini.

Pulang dengan sejuta kenangan dan bahan

Pada hari berikutnya tepat pukul 05.40 wib kami sudah berada di dermaga utama Pulau Lemukutan. Dengan wajah yang bersinar-sinar karena banyak sekali pengalaman dan bahan ngeblog untuk dibawa pulang ke tempat asal kami yaitu Kota Singkawang. Untuk informasi apa saja yang telah kami dapatkan, silahkan follow akun instagram resmi kami di @bloggersingkawang, namun jika ingin mengikuti secara personal bisa menelusuri di blog masing-masing yang alamatnya sudah ada di halaman website resmi blogger singkawang: https://www.bloggersingkawang.com. Selain informasi tentang pulau lemukutan dan kenangan yang kami dapatkan, kami juga mendapatkan tawaran kerjasama untuk membuka paket wisata Tour Pulau Lemukutan dari teman-teman kami penduduk lokal, jika berminat untuk merasakan petualangan yang sudah kami rasakan, silahkan cari informasi lengkapnya di blog: http://lemukutantour.blogspot.co.id atau langsung menghubungi nomor 0853-4805-9678.

Sekian cerita perjalanan saya dan teman-teman di #BloggerSingkawang, semoga bisa menjadi inspirasi anda yang ingin berkunjung ke Pulau Lemukutan.

0 comments:

Post a Comment