Rangkuman Dokumen Content Creation Template Compilation Ala Neil Patel

Content Creation Template Compilation: 12 Template Struktur Konten untuk Blog

Dokumen Content Creation Template Compilation membahas kumpulan template yang berguna untuk menemukan struktur yang tepat sesuai jenis konten yang dibuat. Alasannya penting: saat menyampaikan ide, cara mengorganisasi dan menyajikan informasi sama pentingnya dengan kemampuan merangkai kata. Template ini berlaku untuk konten tertulis, video, maupun audio.

Untuk konten pendek, satu format bisa langsung dipakai. Untuk konten panjang, template boleh dikombinasikan. Misalnya, keseluruhan proyek berupa thought leadership, tetapi bab-bab di dalamnya bisa memakai format how-to, case study, atau interview. Variasi membuat konten lebih berdampak, jadi jangan berhenti pada satu atau dua format saja.

Daftar Template yang Dibahas

  • Example
  • Point-Illustration-Explanation (PIE)
  • Thought Leadership (Syllogism)
  • Inverted Pyramid
  • Interview
  • List
  • Link Post (Round-up)
  • Book Review
  • Product Review
  • How-to
  • Case Study
  • Media Post

1. Example

Format ini cocok ketika poin utama cukup dijelaskan di pendahuluan, sementara nilai terbesarnya ada pada contoh-contoh yang ditampilkan. Pembaca menyukai artikel seperti ini karena bisa melihat banyak contoh sekaligus tanpa riset sendiri. Judul sering memuat angka, misalnya “10 cara…” atau “5 jenis…”.

  1. Introduksi topik: jelaskan apa yang dibahas dan mengapa pembaca tertarik.
  2. Beri contoh: subjudul bisa berupa nama produk, metode, atau konsep. Gambar membantu jika contohnya visual.
  3. Evaluasi: bahas contoh tersebut, jelaskan mengapa menarik, mengapa berhasil, atau bagaimana pembaca bisa memakainya.
  4. Ulangi untuk contoh berikutnya: tidak ada patokan jumlah contoh. Konten pendek biasanya sedikit contoh dengan evaluasi lebih detail, sedangkan konten panjang bisa memuat banyak contoh.
  5. Kesimpulan dan call to action: rangkum contoh, beri opini dan saran, lalu ajak pembaca berkomentar, membagikan, atau mengunjungi halaman lain.

2. Point-Illustration-Explanation (PIE)

Mirip dengan Example, tetapi di sini penulis membuat pernyataan-pernyataan tentang topik. Setiap bagian menyampaikan satu poin yang kemudian diilustrasikan dan dijelaskan.

  1. Introduksi topik: jelaskan topik dan mengapa penting.
  2. Buat poin pertama: ringkas poin dalam satu kalimat yang bisa menjadi subjudul. Boleh diberi nomor.
  3. Ilustrasikan: sertakan gambar di bawah subjudul. Jika ilustrasi berupa tangkapan layar teks, pastikan tetap terbaca; jika tidak, kutip sumbernya.
  4. Jelaskan: tambahkan satu hingga dua paragraf penjelasan serta tips praktis untuk pembaca.
  5. Ulangi untuk poin berikutnya.
  6. Kesimpulan dan call to action: tutup dengan kuat, jelaskan pentingnya topik bagi pembaca, beri janji informasi lanjutan atau prediksi, lalu ajak bertindak.

3. Thought Leadership (Syllogism)

Format ini cocok untuk menyampaikan ide baru melalui argumen logis yang mengantar pembaca pada kesimpulan yang sama. Penulis tidak memulai dari poin utama, melainkan dari sesuatu yang sudah diketahui dan diterima pembaca, lalu membangunnya dengan kerangka silogisme: jika A berarti B, dan B berarti C, maka A berarti C.

  1. Intro: mulai dengan cerita, pemikiran menarik, atau pernyataan mengejutkan.
  2. Jika A = B: mulai dari ide yang sudah diterima pembaca, lalu hubungkan dengan ide kedua menggunakan riset, cerita, atau logika.
  3. Dan B = C: bawa ide selangkah lebih jauh dan hubungkan dengan poin utama secara natural.
  4. Maka A = C: sampaikan poin akhir sebagai kelanjutan logis dari fakta awal, dukung dengan riset atau cerita.
  5. Poin tambahan: tambahkan pembahasan pendukung bila perlu.
  6. Kesimpulan dan call to action: beri kesimpulan kuat dan sesuatu untuk direnungkan. Ajak berkomentar, lalu balas komentar tersebut karena engagement meningkat jika pembaca tahu penulis merespons.

4. Inverted Pyramid

Struktur klasik jurnalistik ini dulu dipakai karena berita dikirim lewat telegraf dan memudahkan editor memotong artikel sesuai ruang cetak. Kini popularitasnya menurun, tetapi masih cocok untuk artikel bergaya berita, press release, atau pengumuman.

  1. The lead: sajikan fakta who, what, where, when, why, dan how. Untuk blog, buat lebih menarik, misalnya dimulai dengan fakta atau statistik tak biasa.
  2. Informasi terpenting kedua: setiap paragraf berisi informasi yang makin lama makin kurang relevan. Sisipkan cerita atau contoh agar bagian tengah tetap menarik.
  3. Kutipan pendukung: sertakan kutipan dari sumber utama.
  4. Fakta dengan tingkat kepentingan menurun: tutup dengan kutipan menarik atau pemikiran penutup yang terinspirasi dari berita tersebut.
  5. Boilerplate dan call to action: akhiri dengan paragraf singkat tentang perusahaan atau brand, lalu tautan ke website atau landing page.

5. Interview

Wawancara bernilai tinggi karena membagikan informasi orang dalam yang tidak dimiliki banyak orang. Formatnya bisa berupa media post, tulisan, atau kombinasi unduhan digital dan transkrip. Catatan penting: meskipun menyediakan unduhan audio, tetap sediakan konten tertulis untuk keperluan SEO.

  1. Perkenalkan narasumber: beri latar belakang dan jelaskan topik umum wawancara.
  2. Ajukan pertanyaan: dalam format tertulis, nama pembicara bisa ditebalkan, atau gunakan huruf besar Q dan A.
  3. Catat jawaban: transkrip komentar narasumber secara lengkap.
  4. Ulangi hingga selesai.
  5. Kesimpulan dan call to action: tutup dengan kata baik tentang narasumber atau soroti salah satu komentarnya. Jika narasumber punya buku atau produk, soroti dan tautkan di akhir.

6. List

Orang menyukai daftar, dan semakin panjang sering semakin baik. Salah satu kuncinya adalah mencantumkan angka di judul. Angka ganjil seperti 7 atau 21 bisa lebih menarik perhatian daripada 10 atau 20. Daftar juga bisa disusun terbalik, dimulai dari item terakhir hingga nomor satu.

  1. Introduksi topik: jelaskan isi daftar dan manfaatnya. Boleh sedikit bercanda jika sesuai dengan voice brand.
  2. Buat daftar: susun item secara kreatif dan menyenangkan.
  3. Jadikan setiap item subjudul.
  4. Tulis satu kalimat atau paragraf pendek per item: tambahkan pemikiran, opini, atau penjelasan. Gambar menambah daya tarik.
  5. Kesimpulan dan call to action: jelaskan mengapa daftar ini penting dan apa yang bisa pembaca ambil darinya, lalu ajak bertindak.

7. Link Post (Round-up)

Link post menambah nilai SEO karena halaman yang menautkan ke halaman lain—baik milik sendiri maupun orang lain—dapat meningkatkan peringkat. Menautkan ke situs berkualitas membantu Google melihat situs Anda sebagai otoritatif, sedangkan menautkan ke halaman sendiri membuat pengunjung bertahan lebih lama, menurunkan bounce rate, dan menaikkan page views. Jika konsisten, Google dapat memberi poin Trust dan Authority. Panjang tidak menjadi soal; strukturnya yang penting.

  1. Introduksi topik: jelaskan informasi yang dibagikan dan nilainya.
  2. (Opsional) bagi topik ke kategori: beri subjudul untuk tiap kategori. Jika semua tautan satu topik, lewati langkah ini.
  3. Daftar artikel dan tautan: cukup cantumkan judul halaman dengan tautan sumbernya. Jika memakai subkategori, beri blurb singkat di bawah tiap subjudul.
  4. Kesimpulan dan call to action: tidak selalu wajib, tetapi selalu baik memberi tahu pembaca langkah berikutnya, misalnya ajakan komentar, tautan ke landing page, atau cara mempelajari topik lebih lanjut.

8. Book Review

Ulasan buku adalah cara bagus untuk menunjukkan thought leadership. Anda bisa menjadi semacam kurator komunitas: merekomendasikan buku, mengurasi ide, dan membantu orang menemukan informasi yang dibutuhkan. Bonusnya, aktivitas ini juga membangun Trust dan Authority di mata mesin pencari.

  1. Perkenalkan buku: buat pembuka menarik yang membuat orang penasaran.
  2. Perkenalkan penulis: siapa penulisnya sama pentingnya dengan isi buku. Riset website dan media sosialnya, cari cerita menarik.
  3. Ringkas poin utama: beri gambaran ide buku. Jika buku terbagi tiga bagian, buat subjudul per bagian dan sampaikan poin utamanya.
  4. Sebutkan yang disukai: opini jujur Anda adalah daya tarik utama ulasan.
  5. Sebutkan yang tidak disukai: di mana buku kurang dan apa yang bisa membuatnya lebih baik.
  6. Beri rekomendasi: katakan apakah pembaca sebaiknya membeli buku, sertakan tautan ke Amazon atau toko lain.
  7. Kesimpulan dan call to action: rekomendasi bisa menjadi kesimpulan, tetapi tetap beri ajakan bertindak dengan tautan ke buku.

Tips: jika memungkinkan, gabungkan ulasan buku dengan wawancara untuk mendapatkan kutipan orisinal dari penulis.

9. Product Review

Ulasan produk mirip dengan ulasan buku dan membantu membangun otoritas sebagai penyedia solusi. Jika ada taktik atau produk baru yang mempermudah implementasi, ulasan bisa sangat berguna bagi pembaca. Ulasan produk bisa digabung dengan artikel how-to untuk nilai tambah yang signifikan.

  1. Perkenalkan produk: bisa dimulai dari masalah yang dipecahkan produk, atau langsung memperkenalkan produk dan cara kerjanya.
  2. Perkenalkan pembuatnya: orang lebih menghargai produk jika tahu cerita di baliknya. Sertakan tautan ke website pembuat.
  3. Jelaskan produk: mengapa dibuat, masalah apa yang dipecahkan, dan bagaimana caranya. Di sini Anda bisa menyisipkan informasi how-to dengan subjudul per langkah plus gambar.
  4. Sebutkan yang disukai dan tidak disukai: sampaikan apa yang berhasil, apa yang tidak, dan mengapa.
  5. Beri rekomendasi: bagikan opini apakah produk layak dibeli, sertakan tips bila ada.
  6. Kesimpulan dan call to action: jika dibuka dengan masalah, tutup dengan solusi agar konten terasa utuh. Jangan lupa ajakan bertindak.

Catatan: ulasan produk menjadi konten bernilai tinggi ketika membandingkan beberapa produk dalam ruang yang sama.

10. How-to

Artikel how-to termasuk konten yang paling banyak dicari dan dibaca di internet. Solusi sederhana cocok menjadi postingan blog atau video pendek; solusi rumit bisa dikembangkan menjadi laporan khusus, ebook, atau program multimedia. Struktur dasarnya tetap sama.

  1. Perkenalkan masalah: jelaskan masalahnya, lalu beri tahu bahwa ada solusi, dan hubungkan manfaatnya bagi pembaca.
  2. Perkenalkan solusi dan manfaatnya: bantu pembaca menghubungkan titik-titik antara solusi dan keuntungannya.
  3. Daftar langkah solusi: jika berupa langkah actionable, boleh diberi nomor. Beri gambar atau tangkapan layar dan penjelasan.
  4. Beri banyak detail: organisasi bisa berupa daftar bernomor atau per topik, tetapi detailnya harus melimpah—langkah demi langkah, grafik, dan instruksi jelas.
  5. Kesimpulan dan call to action: tutup dengan subjudul berisi manfaat utama solusi, jelaskan apa yang pembaca dapatkan, dan sertakan ajakan bertindak.

11. Case Study

Studi kasus adalah bentuk konten mid-to-deep funnel yang membantu orang memahami nilai produk atau layanan, sekaligus membantu pelanggan memanfaatkan produk secara maksimal.

  1. Ringkasan studi kasus: beri gambaran eksekutif singkat tentang temuan.
  2. Tantangan: jelaskan masalah dan apa yang ingin dicapai.
  3. Solusi: bagikan langkah-langkah penyelesaian secara detail. Anggap saja sebagai artikel how-to yang dimodifikasi, dengan ringkasan tiap langkah.
  4. Hasil: rincikan hasil yang dicapai sespesifik mungkin, termasuk persentase peningkatan.
  5. Sampel dan sumber: alih-alih kesimpulan standar, tawarkan informasi tambahan dan tautan ke materi sumber.

Call to action yang disarankan: ajak pembaca berbagi masalah atau kisah sukses serupa, tautkan ke landing page yang menjual solusi tersebut, atau tawarkan diskon pembelian pertama jika studi kasus diterbitkan sebagai laporan khusus atau ebook.

12. Media Post

Media menambah variasi konten dan menjangkau audiens sesuai preferensinya. Orang sibuk mungkin tidak selalu punya waktu membaca, tetapi bisa mendengarkan podcast saat perjalanan atau olahraga. Format populer meliputi slide show, infografis, video, dan audio. Tantangan terbesarnya adalah SEO karena mesin pencari tidak dapat merayapi media, jadi sertakan konten tertulis bersama media.

  1. Perkenalkan media: jelaskan informasi yang ditawarkan dan manfaatnya bagi pembaca.
  2. Sematkan media: letakkan file media di dalam postingan blog atau halaman digital.
  3. Tulis ringkasan atau transkrip untuk SEO: sediakan sekitar 400 kata konten di sekitar media, bisa berupa transkrip, daftar highlight, atau kutipan penting.
  4. Kesimpulan dan call to action: buat poin akhir yang kuat dan ajakan bertindak seperti pada konten lain.

Kesimpulan

Dokumen ini menegaskan bahwa struktur konten sama pentingnya dengan isi. Dengan dua belas template—Example, PIE, Thought Leadership, Inverted Pyramid, Interview, List, Link Post, Book Review, Product Review, How-to, Case Study, dan Media Post—penulis blog punya banyak pilihan format sesuai tujuan dan jenis pesan. Untuk konten panjang, template boleh dikombinasikan antar bab. Kuncinya adalah bereksperimen, mencoba berbagai format, dan menikmati proses kreatif agar konten yang dihasilkan lebih bervariasi dan berdampak.

Diskusi & Komentar