Docker Cheat Sheet Lengkap Terbaru: Panduan Perintah Dasar hingga Lanjutan

artikel docker cheat sheet

Docker telah menjadi standar industri dalam pengembangan perangkat lunak modern, pengujian, dan deployment berbasis kontainer. Dengan menggunakan kontainer, aplikasi dapat berjalan secara konsisten di berbagai lingkungan—mulai dari laptop lokal Anda hingga server produksi di cloud.

Artikel ini menyajikan Docker Cheat Sheet lengkap dan terbaru yang dirancang agar mudah dibaca, SEO-friendly, serta dilengkapi dengan tombol salin otomatis (*copy button*) pada setiap blok perintah untuk memudahkan pekerjaan Anda sehari-hari.

Catatan Penggunaan: Bagian di dalam tanda kurung siku seperti [image_name], [container_name], atau [container_id] wajib Anda ganti dengan nama atau ID yang sesuai dengan konfigurasi proyek Anda.

1. Perintah Memulai & Informasi Dasar

Grup perintah ini digunakan untuk memeriksa versi Docker yang terinstal di sistem operasi Anda serta melakukan autentikasi ke Docker Hub.

a. Cek Versi Docker

Digunakan untuk memastikan instalasi Docker berjalan dengan baik dan melihat detail versi klien serta server.

docker version

b. Informasi Sistem Docker

Menampilkan informasi diagnostik mendalam mengenai jumlah kontainer yang aktif, images, versi kernel, serta konfigurasi penyimpanan sistem.

docker info

c. Login ke Docker Hub

Digunakan untuk autentikasi akun Docker Hub Anda sebelum melakukan proses push atau menarik privat images.

docker login

2. Manajemen Docker Images

Docker Image adalah cetak biru (*blueprint*) atau *template* baca-saja yang digunakan untuk membuat kontainer.

a. Build Image dari Dockerfile

Membangun image baru dari file konfigurasi Dockerfile yang berada di direktori aktif saat ini (ditandai dengan titik).

docker build -t [image_name] .

b. Menampilkan Daftar Images

Melihat semua image Docker yang saat ini tersimpan secara lokal di komputer Anda beserta ukuran filenya.

docker images

c. Mengunduh Image dari Registry

Mengunduh image tertentu dari Docker Hub tanpa harus langsung menjalankannya.

docker pull [image_name]

d. Menghapus Image Lokal

Menghapus image yang tidak lagi digunakan berdasarkan ID image tersebut.

docker rmi [image_id]

3. Manajemen Docker Containers

Kontainer adalah instansiasi nyata dari Docker Image yang dapat dijalankan, dihentikan, dan dihapus.

a. Menjalankan Kontainer (Detached Mode)

Membuat dan menjalankan kontainer baru di latar belakang (background) dengan nama kustom serta pemetaan port.

docker run -d --name [container_name] -p 8080:80 [image_name]

b. Melihat Daftar Kontainer (Aktif & Berhenti)

Menampilkan seluruh kontainer yang sedang berjalan maupun yang sudah berhenti.

docker ps -a

c. Mengontrol Status Kontainer

Perintah dasar untuk menyalakan kembali, menghentikan secara paksa, atau merestart kontainer.

docker start [container_id] docker stop [container_id] docker restart [container_id]

d. Masuk ke Dalam Kontainer (Interactive Shell)

Membuka sesi terminal interaktif (Bash atau Sh) di dalam kontainer yang sedang berjalan untuk keperluan debugging.

docker exec -it [container_id] /bin/bash

e. Melihat Log Kontainer secara Real-time

Memantau keluaran log (*stdout/stderr*) dari kontainer yang sedang berjalan.

docker logs -f [container_id]

4. Manajemen Jaringan (Networking)

Docker networking memungkinkan komunikasi yang aman dan terisolasi antar kontainer atau dengan jaringan eksternal.

# Menampilkan daftar jaringan Docker docker network ls # Membuat jaringan kustom baru docker network create [network_name] # Menghubungkan kontainer ke jaringan tertentu docker network connect [network_name] [container_id] # Menghapus jaringan yang tidak terpakai docker network rm [network_name]

5. Manajemen Volumes (Data Persistence)

Volumes adalah mekanisme yang disarankan untuk mempertahankan data (*data persistence*) yang dihasilkan oleh kontainer Docker.

# Menampilkan daftar volume docker volume ls # Membuat volume baru docker volume create [volume_name] # Menghapus volume docker volume rm [volume_name] # Menjalankan kontainer dengan memasang volume (mount) docker run -d -v [volume_name]:/path_in_container [image_name]

6. Docker Compose Commands

Docker Compose digunakan untuk mendefinisikan dan menjalankan aplikasi Docker multi-kontainer menggunakan file konfigurasi YAML.

# Menjalankan seluruh layanan di latar belakang docker-compose up -d # Menghentikan dan menghapus kontainer beserta jaringan docker-compose down # Membangun ulang (rebuild) layanan docker-compose build # Melihat log dari semua layanan Compose docker-compose logs -f

7. Pembersihan Sistem (System Prune)

Gunakan perintah ini untuk membebaskan ruang penyimpanan disk dengan membersihkan kontainer mati, image yang tidak terpakai, dan cache lama.

# Membersihkan seluruh objek yang tidak digunakan (stopped containers, unused networks & images) docker system prune -a # Membersihkan volume yang tidak digunakan docker volume prune
cheat sheet docker lengkap terbaru

Kesimpulan

Dengan menguasai perintah-perintah dasar yang terangkum dalam Docker Cheat Sheet ini, Anda dapat mengelola siklus hidup kontainer secara lebih efisien dan mempercepat alur kerja pengembangan aplikasi (*development workflow*). Simpan halaman ini sebagai referensi cepat harian Anda!

Diskusi & Komentar