Lagu Singkawang Kerete Bemassen, Warisan Legenda Musik yang Wajib Biak Singkawang Ketahui

Lagu Singkawang Kerete Bemassen

Lagu Singkawang Kerete Bemassen merupakan salah satu warisan budaya musik daerah yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Kota Singkawang. Meski sempat hampir terlupakan, lagu ini akhirnya kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui aransemen baru tanpa menghilangkan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Bagi anak-anak maupun masyarakat Singkawang, mengenal lagu ini bukan hanya sekadar mengetahui sebuah karya musik, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para seniman daerah yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni dan budaya lokal. Berikut sejarah, makna, dapur produksi, hingga lirik lengkap lagu Kerete Bemassen.

Asal Usul Lagu Kerete Bemassen

Lagu Kerete Bemassen diciptakan oleh legenda musik Kota Singkawang, almarhum Erwan atau Ewan Locay. Beliau dikenal sebagai salah satu seniman yang memiliki dedikasi besar terhadap perkembangan musik daerah. Sayangnya, sebelum sempat merekam lagu ini secara resmi, beliau telah lebih dahulu berpulang.

Pada masa sebelum kepergiannya, lagu ini sebenarnya cukup sering dinyanyikan secara sederhana menggunakan gitar di halaman rumah beliau pada era 1990-an. Rumah yang berada di Jalan Bambang Ismoyo tersebut menjadi salah satu tempat berkumpulnya para anak muda sekaligus ruang lahirnya berbagai karya musik.

Berdasarkan cerita dari beberapa narasumber, rumah tersebut sebelumnya juga menjadi tempat latihan para musisi senior yang memainkan musik bernuansa Melayu menggunakan berbagai alat musik tradisional seperti gendang, rebab, rebana, biola, dan alat musik lainnya.

Seiring berjalannya waktu, lagu ini perlahan terlupakan. Hingga akhirnya hanya tersisa satu orang yang masih mengingat lirik dan melodinya secara utuh, yaitu Kondel Hell. Berkat ingatan beliau, lagu ini berhasil diselamatkan agar tidak hilang ditelan zaman.

Melalui kerja sama Akar Band bersama para musisi Singkawang lainnya, lagu Kerete Bemassen kemudian diaransemen ulang dengan sentuhan musik yang lebih modern sehingga dapat dinikmati oleh generasi masa kini tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Meski proses produksi masih memiliki berbagai keterbatasan, baik dari sisi aransemen musik, kualitas audio, maupun penyuntingan video, tujuan utamanya adalah menjaga dan melestarikan salah satu peninggalan berharga dari legenda musik Singkawang agar tetap dikenal oleh generasi sekarang hingga anak cucu di masa depan.

Makna Lagu Kerete Bemassen

Secara harfiah, Kerete Bemassen berarti sepeda bermesin, yaitu sepeda yang menggunakan mesin sebagai penggeraknya. Lagu ini lahir ketika masyarakat Singkawang mulai merasakan hadirnya tren baru yang sedang berkembang di berbagai daerah di Indonesia, yaitu penggunaan sepeda bermesin.

Pada masa itu, kehadiran kendaraan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang sangat baru. Perubahan ini menjadi simbol berkembangnya teknologi transportasi roda dua yang perlahan mengubah kehidupan masyarakat.

Ewan Locay melihat fenomena tersebut bukan hanya sebagai tren sesaat, melainkan sebagai awal perubahan besar dalam perkembangan teknologi transportasi. Pandangan tersebut terbukti hingga saat ini, di mana kendaraan roda dua terus mengalami inovasi dan perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu.

Melalui lagu ini, beliau menggambarkan bagaimana perubahan zaman membawa kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Pesan sederhana yang disampaikan menjadikan lagu ini tetap relevan meskipun telah melewati berbagai generasi.

Dapur Produksi Lagu Kerete Bemassen

  • Judul: Kerete Bemassen
  • Genre: Reggae Singkawang
  • Pencipta Lagu: Alm. Erwan (Ewan Locay) Sungai Wie
  • Penyanyi: Kondel Hell feat. Akar Band
  • Aransemen Ulang: Akar Band
  • Produksi: Akar Band
  • *Correct me if i'm Wrong for this part

Lirik Lagu Kerete Bemassen

Iyelah Cerite
Dari Zaman ke zaman
Urang kinitok
Udah banyak yang sannang

Zaman kinitok
bukan zaman gek marek
Gek marek susah inynyan
kinitok baro' sannang

Banyak inynyan yang dah makai
Kerete Bemassen

Urang gek marek
banyak yang bejalan kaki
tapi kinitok urang
dah lawa-lawa

Banyak inynyan yang dah makai
Kerete Bemassen

Reff:
Iyelah Cerite
Dari Zaman ke zaman
Urang kinitok
Udah banyak sannang-sannang

Iyelah Cerite
Dari Zaman ke zaman
Urang kinitok
Udah banyak yang makai

2x

(Melody)

Zaman kinitok
bukan zaman gek marek
Gek marek susah inynyan
kinitok baro' sannang

Banyak inynyan yang dah makai
Kerete Bemassen

Reff:
Iyelah Cerite
Dari Zaman ke zaman
Urang kinitok
Udah banyak sannang-sannang

Iyelah Cerite
Dari Zaman ke zaman
Urang kinitok
Udah banyak yang makai

4x

(udah pandai nak makai)
(semue udah makai)

Penutup

Lagu Singkawang Kerete Bemassen bukan sekadar lagu hiburan, melainkan sebuah dokumentasi perjalanan zaman yang menggambarkan perubahan sosial dan perkembangan teknologi di tengah masyarakat Singkawang. Karya almarhum Ewan Locay menjadi bukti bahwa musik daerah mampu merekam sejarah dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

Melestarikan lagu ini berarti ikut menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Semoga semakin banyak generasi muda yang mengenal, menyanyikan, dan bangga terhadap karya-karya musisi daerah sehingga warisan budaya Singkawang terus lestari sepanjang masa.

Video Un-official Lagu Kerete Bemassen

Video ini saya buat karena saya tidak mau lagu ini tidak ada di Youtube dan tujuan utamanya tercapai, yaitu: Tidak mudah Dilupakan kayak kamu sama mantan mu yang jelek itu karena audio tanpa visual itu kayak gebetan yang sedang curhat tentang mantan terbaiknya kepada kamu.

Diskusi & Komentar