COBIT adalah singkatan dari Control Objectives for Information and Related Technologies. COBIT dibuat oleh organisasi bernama ISACA sebagai kerangka kerja (framework) untuk membantu organisasi mengelola teknologi informasi (TI) dengan baik.
Versi terbaru yang banyak digunakan hingga saat ini (Mei 2029) adalah COBIT 2019. Bayangkan COBIT seperti “peta jalan” atau “aturan main” agar penggunaan teknologi di sebuah organisasi tidak berantakan, lebih aman, terukur, dan mendukung tujuan organisasi.
Versi terbarunya sekarang adalah Cobit 2019 yang dirilis pada tahun 2018. Sebelum itu, ada Cobit 5 yang diterbitkan pada tahun 2012. Dan untuk memasukkan teknologi terbaru dan tren bisnis dalam informasi dan teknologi (IT) seperti digitalisasi, Cobit 5 di-update menjadi Cobit 2019.
Anda bisa menemukan perbedaan besar antara Cobit 5 dan Cobit 2019 versi terbaru, di antaranya:
- Cobit 2019 terdiri dari 6 prinsip tata kelola, sedangkan Cobit 5 hanya berisi 5 prinsip pemerintahan.
- Jumlah proses yang mendukung tujuan tata kelola dan manajemen ditingkatkan dari 37 menjadi 40, dengan beberapa perubahan terminologi.
- Pengukuran kinerja Cobit 5 menggunakan skala 0 – 5 berdasarkan ISO/IEC 33000, sedangkan skema manajemen kinerja Cobit 2019 sudah menggunakan CMMI.
- Cobit 2019 menyertakan 11 faktor desain yang mempengaruhi desain sistem tata kelola IT perusahaan dan ini tidak dimiliki Cobit 5.
Dari perbedaan di atas, dapat Anda simpulkan bahwa COBIT 2019 mempunyai level kematangan IT yang lebih tinggi daripada Cobit 5.
COBIT tidak hanya membahas komputer atau aplikasi, tetapi juga:
- Manajemen data
- Keamanan informasi
- Pengelolaan risiko TI
- Kualitas layanan digital
- Tanggung jawab pegawai TI
- Perencanaan dan evaluasi teknologi
2. Tujuan COBIT 2019
Tujuan utama COBIT 2019 adalah membantu organisasi agar:
- Teknologi mendukung tujuan bisnis atau pemerintahan
- Risiko teknologi dapat dikendalikan
- Data dan informasi menjadi lebih aman
- Layanan digital menjadi lebih efektif
- Penggunaan anggaran TI menjadi efisien
- Kinerja teknologi dapat diukur dengan jelas
Dengan kata lain, COBIT membantu organisasi agar teknologi tidak sekadar “ada”, tetapi benar-benar memberikan manfaat.
3. Manfaat COBIT 2019
| Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Meningkatkan Tata Kelola TI | Organisasi memiliki aturan dan arah yang jelas dalam penggunaan teknologi. |
| Meningkatkan Keamanan | Risiko kebocoran data dan serangan siber dapat dikurangi. |
| Efisiensi Kerja | Proses kerja menjadi lebih rapi dan tidak tumpang tindih. |
| Mendukung Transformasi Digital | Memudahkan organisasi dalam mengembangkan layanan digital. |
| Mempermudah Audit | Karena proses TI terdokumentasi dengan baik. |
| Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat | Layanan publik menjadi lebih profesional dan transparan. |
4. Bagaimana Penerapan COBIT 2019?
Penerapan COBIT biasanya dilakukan secara bertahap. Berikut alur sederhananya:
a. Menentukan Tujuan Organisasi
Organisasi menentukan apa yang ingin dicapai, misalnya:
- Pelayanan publik lebih cepat
- Data masyarakat lebih aman
- Sistem online lebih stabil
b. Menilai Kondisi TI Saat Ini
Dilakukan pemeriksaan terhadap sistem yang sudah ada:
- Apakah server aman?
- Apakah data memiliki backup?
- Apakah pegawai memahami keamanan digital?
c. Membuat Tata Kelola TI
Organisasi membuat aturan, prosedur, dan pembagian tanggung jawab.
d. Mengukur dan Mengevaluasi
Kinerja teknologi dievaluasi secara berkala agar terus meningkat.
🔥 Baca Juga:
Panduaan membuat bagan alur seecara sistematis dan teoritis:
Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh FLOW CHART (Bagan Alir)5. Contoh Penerapan COBIT 2019 untuk Kota Singkawang
Kota Singkawang dapat memanfaatkan COBIT 2019 untuk mendukung pemerintahan digital dan peningkatan pelayanan publik.
Contoh Penerapan:
-
Layanan Administrasi Online
COBIT membantu memastikan sistem pelayanan masyarakat berjalan stabil dan aman. -
Keamanan Data Penduduk
Data masyarakat harus terlindungi dari kebocoran dan kehilangan. -
Smart City
COBIT membantu pengelolaan teknologi kota seperti CCTV, WiFi publik, aplikasi layanan, dan pusat data. -
Pengelolaan Anggaran TI
Pengeluaran teknologi dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan. -
Evaluasi Kinerja Digital
Pemerintah daerah dapat mengukur apakah layanan digital benar-benar membantu masyarakat.
Contoh Sederhana
Misalnya Kota Singkawang memiliki aplikasi pengaduan masyarakat. Dengan COBIT:
- Data pengaduan tersimpan aman
- Sistem memiliki backup
- Respons pengaduan dapat diukur
- Ada petugas yang bertanggung jawab
- Layanan terus dievaluasi
6. Rangkuman
COBIT 2019 adalah kerangka kerja untuk mengelola teknologi informasi agar lebih teratur, aman, dan bermanfaat.
COBIT membantu organisasi:
- Mengelola teknologi dengan baik
- Mengurangi risiko
- Meningkatkan keamanan data
- Mendukung transformasi digital
- Meningkatkan kualitas layanan
Bagi pemerintah daerah seperti Kota Singkawang, COBIT 2019 dapat membantu menciptakan layanan digital yang lebih modern, aman, dan terpercaya.
Singkatnya, COBIT 2019 bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membantu organisasi mencapai tujuan secara efektif.
🔥 Baca Juga Artikel yang berhubungan:
Belajar manajemen perusahaan menggunakan IT SAP System
Solusi Terintegrasi untuk Manajemen Perusahaan dengan Sistem SAP